Pemerintahan Trump kini mengusulkan kebijakan baru yang ketat: Trump batasi visa pelajar dan jurnalis, dengan memangkas durasi tinggal di AS untuk mengawasi lebih ketat dan memperketat imigrasi legal.
Trump Batasi Visa Pelajar dan Jurnalis Lewat Durasi Terbatas
Pemerintahan Trump mengeluarkan usulan untuk batasi visa pelajar dan jurnalis dengan durasi tetap—maksimal empat tahun untuk visa pelajar (F dan J) dan hanya 240 hari untuk visa jurnalis (I), atau 90 hari jika pemegang visa adalah warga Tiongkok. Perpanjangan bisa diajukan secara terpisah.
Trump Perpendek Visa—Tujuan untuk Awasi Lebih Ketat Pemegang Visa
Gedung Putih menyatakan kebijakan ini dirancang untuk memperbaiki pengawasan terhadap pemegang visa internasional. Durasi tetap dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan status dan mempercepat evaluasi keamanan.
Dari “Duration of Status” ke Batas Empat Tahun
Sebelumnya, pelajar internasional memiliki fleksibilitas durasi visa selama memenuhi syarat kuliah penuh. Kini aturan akan diubah: visa pelajar akan dibatasi maksimal hingga empat tahun, terlepas dari durasi studi.
Dampak Kebijakan—Birokrasi Tambahan dan Ketidakpastian Pelajar
Kelompok pendidikan internasional dan universitas seperti NAFSA khawatir langkah ini akan memperparah birokrasi dan menciptakan ketidakpastian. Sekitar 35% institusi melaporkan penurunan pendaftaran mahasiswa asing, berpotensi merugikan ekonomi dan inovasi AS.
Skema Visa Jurnalis Dipangkas Drastis—120 Hari, Atau 90 Hari untuk Chinese Nationals
Visa I—biasanya panjang sesuai kontrak—akan dipangkas menjadi maksimal 240 hari, sedangkan untuk media China dibatasi hanya 90 hari. Kebijakan baru ini mengubah signifikan mobilitas jurnalis asing di AS.
Dinilai Mirip Usulan 2020 yang Dicabut Biden
Langkah ini serupa dengan kebijakan tahun 2020 yang sempat diajukan Trump tapi dicabut pemerintahan Biden. Kini, Trump kembali menghidupkan kembali proposal yang ditentang komunitas pendidikan dan media global.
Publik dan Akademisi Kritisi—Isu Persaingan Global dan Inovasi Terganggu
Akademisi khawatir pembatasan visa justru melemahkan daya saing universitas AS. Ketegangan politik dan regulasi ketat memicu keraguan calon pelajar masa depan terhadap AS sebagai tujuan pendidikan dan penelitian global.
Publik dan Pemerintah AS Hadapi Dampak Ekonomi dari Penurunan Mahasiswa Asing
Perubahan visa berpotensi mengurangi pendapatan universitas, serta menurunkan kontribusi ekonomi daerah melalui belanja pelajar internasional. Misalnya, negara bagian seperti Massachusetts bisa kehilangan pekerjaan dan miliaran dolar PDB.
Langkah terbaru Trump perpendek visa pelajar & jurnalis di AS menjadi babak baru ketegangan imigrasi legal di AS. Bagi pemerintah, ini mengenai keamanan dan kendali; bagi pelajar, jurnalis, akademisi, dan pemerintah, ini menimbulkan ketidakpastian dan risiko merusak posisi AS dalam pendidikan global dan kebebasan pers.
